Saudara Tidak Lagi Dibutuhkan

Kehilangan pekerjaan adalah masalah besar. Dalam skala stress menurut Holmes dan Rahe, kehilangan pekerjaan ada dalam peringkat ke 8, dari hal-hal yang paling membuat stres yang dapat dialami oleh seseorang (hal yang yang lebih membuat stres dari PHK diantaranya, kematian, perceraian dan masuk penjara). Jika kamu merasa kewalahan, itu sangat normal. Aku juga merasakan hal yang sama.

Aku tidak terlalu memikirkan hal itu ketika atasanku memanggilku ke ruangannya hari itu. Tetapi ketika aku melihat perwakilan dari HRD duduk di sudut ruangan, aku makin yakin apa yang akan terjadi. Aku ingat ketika bertanya,”Apakah ini seperti yang saya pikirkan?” Dan benar. Aku kehilangan pekerjaanku hari itu. Hal berikutnya terjadi sangat cepat.

Pemotongan biaya anggaran. Mohon maaf, PHK. Aku telah bekerja untuk organisasi itu selama 15 tahun.

Hal itu terjadi sekitar setengah jam. Aku ingat pada awalnya tubuhku seperti mati rasa, terguncang. Aku berjalan cukup jauh setelah itu mencoba mencari tahu apa yang aku rasakan. Aku pikir, aku merasakan banyak hal - takut, marah, sedih, sakit, bingung, malu. Aku ingat mengatakan hal ini dengan keras: “Aku kehilangan pekerjaanku!” Kata-kata itu terasa begitu asing di mulutku.

Sebagian besar dari hidupku, sebagian besar dari rutinitasku sehari-hari sudah berakhir. Selesai. Aku seperti tali yang putus, apakah aku sedang melayang atau jatuh, kadang kala hal itu sulit untuk dibedakan.

Jabatan dan tugas sangat berarti - hal itu menunjukkan siapa kita dan di mana kita seharusnya berada. Ketika hal-hal itu diambil, aku merasa ragu, takut, dan tidak aman. Selama lebih dari 10 tahun aku adalah seorang Editor Senior. Sekarang aku tidak tahu harus menyebut diriku apa. Bagian terbesar dalam hidupku, rutinitasku sehari-hari telah berakhir. Selesai. Aku seperti tali yang diputuskan dan apakah aku sedang melayang atau jatuh; kadang kala sulit membedakannya.

Aku tahu beberapa orang mendapati bahwa perubahan dan pilihan itu suatu yang membebaskan, tetapi aku cenderung melihatnya sebagai sesuatu yang menekan. Aku seorang perencana (ini adalah kata-kata halus dari - aku kuatir tentang hal-hal yang rinci). Sekarang aku memiliki banyak pertanyaan yang tak dapat kujawab. Aku tidak tahu jika aku mencari pekerjaan yang lain di bidang yang sama atau apakah ini waktunya untuk melepaskan ikatan dan mencoba sesuatu yang sama sekali baru. Apakah aku ingin bekerja kantoran? Apakah aku ingin kuliah lagi? Apakah ada pekerjaan seperti ini di luar sana, dan jika ada, bagaimana mendapatkannya? (Dan bagaimana jika mereka tidak menyukaiku?)

Masa depan menjadi hal besar yang tidak diketahui dan itu menakutkan. Lebih dari sekali aku berkata, ”Aku harap dapat menghindari bagian yang tidak pasti ini dan melompat ke depan di mana aku punya pekerjaan yang baru dan nyaman.” Ya, bukankah kita juga ingin seperti itu? Pertumbuhan adalah sesuatu yang berat dan sering kali kacau dan menyakitkan. Aku tahu ini hanyalah akhir dari sebuah bab, bukan akhir dari ceritaku, tetapi sulit untuk mengingat hal itu, ketika aku sedang bekerja keras mencari pekerjaan.

Semua yang engkau inginkan sebenarnya ada di sisi lain dari rasa takut.” — George Addair

Aku mencoba berpikir tentang apa yang sangat aku inginkan dan apa yang ingin aku lakukan untuk mendapatkannya. Ada harapan yang bercampur dengan semua ketidakpastian yang tidak diinginkan. Sepertinya sulit untuk melihatnya dalam beberapa hari ke depan. Ketika aku menulis kisah ini, aku tidak tahu apa yang ada di depanku. Aku memiliki banyak pertanyaan, tetapi tidak memiliki jawabannya. Membicarakan hal itu cukup membantu. Jika kamu ingin berbicara kepada seseorang tentang pengalamanmu, gunakan form di bawah ini. Seorang mentor akan mengontak kamu segera untuk mendengarkan, memberikan dukungan dan berjalan bersamamu.

Photo Credit: Ali Yahya